Banyak orang yang selalu ingin diingat hari ulang tahunnya oleh orang-orang yang mereka sayangi, diberi ucapan, didoakan dan diberi kado. Itu mungkin dialami dan diinginkan oleh hampir semua orang zaman sekarang, soalny yang aku tahu orang zaman dulu sering tidak ingat dengan tanggal lahirnya sendiri, mungkin karena memang mereka tidak suka mengingat-ingat hari kelahirannya, atau mungkin mereka tidak memiliki akte lahir. Fakta mengapa orang ingin diingat hari ulang tahunnya:
- Sebagai bukti bahwa dia banyak yang memperhatikan dan menyayangi.
- Ingin mendapatkan hadiah, surprise atau ucapan.
- Ajang untuk membuat party, traktiran atau cuman sekedar tiup lilin d kue ulang tahun.
- Dan banyak lagi alasan lain.
Itu juga salah satu alasan kenapa aku suka ingin orang-orang ingat dengan ultah ku juga,, kadang jika ada orang yang g inget atau kalo dicuekin sama orang terdekat-terdekat qt waktu hari ulang tahun , pasti sebagian orang akan bete, termasuk aku waktu dulu seperti itu. Tapi setelah hari itu, setelah aku tersadar akan sesuatu ternyata esensi dari ulang tahun bukan sekedar pengharapan seperti itu.
Malam sebelum hari ulang tahunku aku bermimpi sesuatu yang menyeramkan yaitu kematian. Dalam mimpi itu, malaikat mengambil nyawaku. Aku tergolek lemah di sudut ruangan yang dipenuhi orang yang sedang menangis, aku ingin meraih mereka tetapi tidak bisa, aku bertanya tapi mereka hanya menangis. Setelah sadar ternyata aku sudah mati, sebentar lagi aku pindah ke alam lain, sebentar lagi aku terpisah dari orang-orang yang aku sayangi, sebentar lagi aku hidup sendiri hanya ditemani amal, yang jelas-jelas amal ibadahku sangat kurang dari cukup,, saat itu aku memohon ampun. Namun semuanya sia-sia, seorang lelaki berbadan tagap tinggi itu bilang, kalau aku sudah mati pintu tobat telah ditutup. Lalu aku menangis kepada ibu ku, “aku gak mau dikubur bu,, aku takut, aku gak bisa tidur kl gelap, aku gak bisa hidup sendirian”. Ibuku hanya menangis dan berkata, “semua manusia pasti akan mati nak, smua orang pasti akan mengalami kematian, dikubur dan menunggu hari kiamat, hanya takdir yang menentukan kapan waktu dan giliran masing-masing manusia untuk menghadapi itu”. Dipojokan tempat itu aku tergolek lemah menunggu prosesi penguburan jasad ku,, aku menangis, aku menyesal, aku sangat meyesal. Tiba-tiba aku terbangun dari tidur, ternyata ini hanya mimpi,, aku bersyukur masih diberi waktu untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal dan saling mengasihi dengan orang-orang yang aku sayangi sebelum waktu itu tiba yaitu kematian.
Setelah peristiwa mimpi itu, aku sadar akan rasa syukur yang besar untuk karunia dan kesempatan hidup lebih lama, dan aku harus memanfaatkan smua waktu yang tersisa untuk masa depan yang sebenarnya bukan hanya untuk keperluan di dunia, tetapi juga untuk bekal di kampung akhirat. Di hari ulang tahun ku ini, disaat usiaku tidak belia lagi, disaat aku selangkah lebih dekat dengan kematian, disaat kualitas diri masih sama seperti tahun kemarin,, banyak penyesalan untuk itu. Namun dibalik itu, tersimpan rasa syukur yang teramat dalam, syukur atas rizki yang berlimpah tiada henti, syukur masih diberinya umur untuk memperbaiki diri, syukur masih memiliki kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah dan berkumpul dengan orang-orang yang disayangi. Itu lah renungan ku dihari ulang tahun ku.














